Deretan Fakta Menarik tentang Dunia Terjemahan

Dunia terjemahan saat ini merupakan salah satu industri kreatif yang menggiurkan. Bagaimana tidak, sebuah sumber menyebut industri ini diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan nyaris 40 Miliar dollar AS atau setara Rp 577 triliun.

Tidak heran jika menilik betapa besarnya pengaruh industri terjemahan pada berbagai bidang mulai dari sektor bisnis, ekonomi, medis, wisata, linguistik dan banyak lainnya.

Kali ini, kami akan mengajakmu menyimak sejumlah fakta menarik dari dunia terjemahan. Apa saja?

Ada ratusan ribu penerjemah profesional di dunia

Sebuah sumber menyebut bahwa, saat ini diperkirakan ada 300.000 penerjemah profesional — atau mungkin lebih yang bekerja di seluruh dunia.

Jumlah pastinya tidaklah jelas, menilik begitu banyaknya penerjemah lepas yang bekerja secara mandiri.

Selain itu, diperkirakan saat ini terdapat sekitar 26.104 penyedia layanan bahasa komersial di seluruh dunia. Jumlah ini boleh jadi akan terus bertambah mengingat pasar terjemahan yang kian menggeliat dari tahun ke tahun.

Bahasa yang sering diterjemahkan

Bahasa Jerman, Perancis, Spanyol, Inggris, dan Jepang merupakan bahasa yang paling banyak menjadi bahasa sasaran terjemahan.

Adapun bahasa yang paling sering diterjemahkan secara berurutan adalah Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dan Italia.

Bank multinasional Inggris rugi 10 Juta dollar gara-gara kesalahan terjemahan

Gara-gara salah menerjemahkan, bank multinasional asal Inggris, HSBC mengalami kerugian hingga 10 juta dollar AS atau setara Rp 144 miliar.

Kejadian nahas tersebut terjadi pada medio 2009, ketika HSBC meluncurkan slogan baru bertajuk “Assume Nothing.” 

Entah kesalahan terletak pada tim penerjemah atau bagian pemasaran HSBC, slogan tersebut dilokalkan untuk pasar global menjadi “Do Nothing.”

Direksi HSBC seketika kebakaran jenggot mengetahui buruknya slogan yang dilokalkan tersebut. Mereka pun harus mengucurkan dana ratusan miliar rupiah untuk mengganti slogan dan menyelamatkan citra perusahaan.

Bom atom jatuh di Hiroshima karena kesalahan terjemahan

Jika kasus kesalahan terjemahan dapat menyebabkan perusahaan besar alami kerugian ratusan miliar rupiah tidak cukup meyakinkanmu soal besarnya dampak sebuah aktivitas pengalihbahasaan, maka kamu harus tahu bahwa bom atom yang jatuh di Hiroshima terjadi akibat kesalahan terjemahan pula.

Ketika Perang Dunia Kedua mencapai puncaknya, pasukan sekutu menuntut Jepang menyerah sepenuhnya. Perdana menteri Jepang saat itu menanggapi keinginan sekutu dengan sikap dingin, berusaha mengulur waktu sebelum mendeklarasikan kekalahan secara resmi.

Seorang penerjemah bahasa Inggris menafsirkan sikap yang dalam bahasa Jepang disebut mokusatsu itu sebagai ekspresi penghinaan.

Tak terima dengan jawaban Jepang, Amerika Serikat lantas menjatuhkan bom di Hiroshima. 

Andai mereka tahu bahwa Jepang sudah mengaku kalah dan siap mendeklarasikan kekalahan, pun jika kesalahan terjemahan fatal tersebut tidak terjadi, mungkin saja ratusan ribu orang tidak perlu meregang nyawa dengan cara mengenaskan.

Dokumen pertama yang diterjemahkan

Sejarah mencatat Alkitab berbahasa Ibrani sebagai dokumen teks pertama yang diterjemahkan.

Kala itu, rezim pemerintahan Ptolemy II Philadelphus atau Firaun memerintahkan 72 cendekiawan dari 12 suku di Israel untuk menggarap proyek penerjemahan Alkitab berbahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani.

Terjemahan Alkitab yang dialihbahasakan di ibu kota Mesir, Alexandria itu kemudian dinamakan sebagai Septuagint, yang dalam istilah Yunani berarti “tujuh puluh” merujuk jumlah penerjemahnya.

Alkitab berbahasa Yunani ini kemudian diterjemahkan lagi ke berbagai bahasa, di antaranya Bahasa Koptik, Georgia, Latin, Armenia, dan banyak lainnya.

Itulah deretan fakta menarik seputar dunia terjemahan. Jika tertarik menggunakan jasa penerjemahan, dapat menghubungi Translexi untuk informasi lebih lanjut!

×