Teknologi Penerjemahan: Inovasi Terkini dalam Industri 

Zaman berganti, waktu berjalan, progres tidak bisa dihentikan, dunia pun makin terhubung. Manusia mengembangkan teknologi, sekaligus beradaptasi dengan derap langkah perubahan yang begitu cepat.

Salah satu teknologi yang berkontribusi pada situasi dunia yang makin borderless adalah teknologi untuk menghubungkan orang-orang di belahan dunia berbeda secara cepat, mudah, terjangkau, dan minim kesalahan. Sebab alat komunikasi manusia adalah bahasa, teknologi tersebut mewujud sebagai mesin terjemahan, untuk menghubungkan para penutur bahasa berbeda.

Mesin terjemahan sendiri bukanlah teknologi baru. Proyek pengembangan pertamanya tercatat pada tahun 1954 dan sejak itu terus dimutakhirkan. Beberapa temuan signifikan dalam riwayat pengembangan mesin terjemahan adalah rule-based machine translation, statistical machine translation, hybrid machine translation, dan neural machine translation. Tiap-tiap produk teknologi tersebut mencoba berbagai pendekatan dan bahkan mengombinasikannya untuk menghasilkan terjemahan mesin yang diharapkan.

Inovasi mesin terjemahan termutakhir, neural machine translation, mulai merangkul kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan kemampuan pembelajaran mesin.

Peran Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Mesin Terjemahan

AI adalah masa depan yang sukar ditolak. Walau kini masih diliputi pro dan kontra, AI menjadi salah satu elemen yang merevolusi peradaban manusia.

Pasar perangkat lunak AI kini berkembang makin kuat.[1] Pada 2023, tercatat pasar kecerdasan buatan global bernilai 150,2 miliar dolar AS.  Ke depan, hingga 2030, pasar AI diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tahunan (CAGR/Compouded Annual Growth Rate) sebesar 36,8%.

Bersama gencarnya pertumbuhan ini, sektor yang dimasuki AI pun makin luas, termasuk industri terjemahan. Kecerdasan buatan tak hanya berkembang cepat, ia juga merevolusi industri terjemahan.

Pengembangan AI dalam industri terjemahan ini amat beralasan karena AI membuat kerja-kerja penerjemahan jadi lebih efektif dan praktis. Kepraktisan ini adalah hal yang amat menggiurkan. Ketika pekerjaan penerjemahan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih hemat, maka pengembangan mesin terjemahan berbasis AI ini akan mampu memberikan keutungan finansial sangat besar pada perusahaan-perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak mesin terjemahan.

Mesin terjemahan yang digerakkan oleh AI menggunakan algoritma tingkat lanjut untuk menganalisis teks atau suara dan menghasilkan terjemahan secara real-time.[2] Perangkat lunak AI ini menganalisis teks sumber dan memecahnya menjadi komponen yang lebih kecil, seperti kata dan frasa. Kemudian, AI menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi terjemahan yang paling tepat untuk setiap komponen tersebut.[3]

Mesin Terjemahan : Kelebihan dan Batasan

Mesin terjemahan bukanlah peranti eksklusif industri terjemahan. Kini ia dapat diakses dengan mudah oleh semua pengguna internet dan tersedia gratis. Salah satu mesin terjemahan yang amat terkenal adalah Google Translate. Dengan Google Translate, setiap orang tinggal memasukkan kata-kata, teks atau dokumen dari bahasa sumber, lalu secara otomatis masukan itu akan diterjemahkan ke dalam bahasa yang dituju atau bahasa target.

Selain Google Translate, ada berbagai mesin terjemahan yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan pengembang perangkat lunak AI, baik yang gratis maupun berbayar. Mesin terjemahan lain yang tersedia gratis di antaranya Bing Microsoft Translator, DeepL, dan Reverso. Sementara yang berbayar umumnya terintegrasi dengan translation management system (TMS) atau juga Computer-Aided Translation (CAT) Tool, misalnya memoQ Translator PRO, SYSTRAN Translate PRO, Smartling, Crowdin, TextUnited, Amazon Translate, dan Memsource.[4]

Mesin terjemahan berbasis AI memberikan banyak kelebihan, di antaranya sebagai berikut.

  • Cepat

Penggunaan mesin terjemahan akan memangkas banyak waktu untuk menerjemahkan. Mesin dapat memproses dokumen volume besar dalam waktu singkat.

  • Hemat biaya

Tarif penerjemah manusia profesional adalah salah satu komponen biaya penerjemahan yang cukup besar proporsinya. Saat menggunakan mesin, biaya ini dapat dipangkas. Jika diperlukan peningkatan kualitas draf oleh penerjemah manusia, tarifnya pun umumnya lebih rendah daripada tarif terjemahan penuh.

  • Privasi terjaga

Karena proses terjemahan dilakukan tanpa perantara manusia, maka berbagai teks yang hanya boleh beredar di kalangan terbatas bisa diterjemahkan secara mandiri.

  • Mampu menjembatani komunikasi sederhana

Saat traveling untuk wisata, atau bertukar kabar dengan sahabat pena dari negara lain, batasan bahasa untuk komunikasi sederhana umumnya bisa ditembus oleh mesin terjemahan.

Sementara itu, ada sejumlah batasan yang sering dihadapi para pengguna mesin terjemahan. Berikut beberapa di antaranya.

  • Tidak selalu akurat

Mesin terjemahan digerakkan oleh model statistika yang dilatih dengan bekal korpus data bervolume raksasa. Model ini mungkin saja membuat kesalahan dan luput mengenali konteks yang penting. Akibatnya, terjemahan tidak selalu akurat. Selain itu, jika jenis atau topik dokumen yang diterjemahkan tidak terlalu populer, mesin mungkin kesulitan mencocokkan hasil yang sesuai karena kurangnya korpus data terkait.

  • Terasa kurang alami

Karakteristik yang menonjol dari terjemahan mesin adalah terasa mekanis. Itulah sebabnya, pada teks dengan visibilitas tinggi (misalnya untuk dirilis ke publik), terjemahan mesin umumnya tetap dipoles oleh penerjemah manusia. Penerjemah manusia dianggap punya rasa bahasa yang lebih baik sebagai penutur.

  • Perbedaan budaya

Bahasa terkait erat dengan budaya penutur dan tempat bahasa itu hidup. Mesin terjemahan punya keterbatasan dalam mengenali nuansa makna terkait budaya tertentu yang menempel pada kata-kata. Akibatnya, mesin terjemahan mungkin kurang mampu mentransfer unsur budaya tersebut ke dalam bahasa sasaran.

  • Evolusi bahasa

Bahasa hidup dan senantiasa berkembang seiring waktu. Kata-kata baru tumbuh, makna dan penggunaannya juga bisa jadi berubah. Mesin terjemahan sering kali kesulitan mengikuti transformasi bahasa yang sangat dinamis ini. Konsekuensinya, terjemahan mesin bisa jadi terasa jauh berbeda dari bahasa yang digunakan penutur di masa kini.

Apakah Penerjemah Bisa Tergantikan Mesin Terjemahan?

Ada satu pertanyaan yang mungkin menggelitik banyak praktisi penerjemahan: apakah mesin terjemahan bisa menggantikan manusia? Kekhawatiran ini wajar. Melihat perkembangannya yang sangat pesat, AI bisa saja, hingga titik tertentu, menggusur pekerjaan manusia.

Meski demikian, perlu disadari bahwa AI diciptakan manusia, sejatinya, untuk membuat hidup lebih mudah, dan harapannya, lebih menyenangkan.

Dan dalam konteks industri terjemahan, kemampuan mesin terjemahan bertenaga AI belum sepenuhnya mampu memenuhi standar kualitas. Beberapa mesin terjemahan bahkan tidak berfungsi terlalu baik untuk beberapa kombinasi bahasa.[5] Terutama yang melibatkan bahasa dengan gramatika yang relatif kompleks dan memiliki struktur yang berbeda jauh satu sama lain. Itulah sebabnya, mesin terjemahan hingga kini diposisikan sebagai alat bantu penunjang efisiensi yang akan tetap dipasangkan dengan kerja manusia untuk memoles hasilnya.

Kesadaran akan konteks dan dinamika bahasa masih jadi nilai unggul manusia dibanding mesin. Syaratnya, penerjemah manusia harus terus mengisi lumbung pengetahuannya dengan praktik berbahasa terkini. Selain itu, untuk memanfaatkan mesin, penerjemah manusia perlu punya fondasi keterampilan penerjemahan yang memadai. Dengan fondasi inilah penerjemah manusia dapat menilai kesesuaian hasil terjemahan mesin dengan ekspektasi mutu, serta melakukan penyesuaian yang diperlukan. Tanpa keterampilan ini, penggunaan mesin terjemahan mungkin malah berpotensi jadi kontraproduktif.


Referensi:
https://aspiringyouths.com/advantages-disadvantages/machine-translation/
https://www-marketsandmarkets-com.translate.goog/Market-Reports/artificial-intelligence-market-74851580.html?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://www.translateday.com/technology-trends-in-translation-industry/
https://www.ulatus.com/translation-blog/five-things-you-need-to-know-about-machine-translation-and-post-editing/
https://www-daytranslations-com.translate.goog/blog/the-role-of-artificial-intelligence-in-translation-services/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://greatcontent.com/machine-ai-translation-tools/

Hubungi kami

×